Sambutan

Welcome in my blog. Thanks for come in and have fun for read.

Semoga blog ini bisa bermanfaat untuk yang baca...

Senin, 24 Oktober 2011

Tiga Warna, Satu Nuansa

Duel Meet Trio Lestari
JAKARTA-Jika biasanya duel meet kerap dicitrakan dengan mempertemukan dua pribadi yang berada pada posisi
berseberangan, dalam konser bertajuk “An Exclusive Experience with Tompi, Glenn Fredly, dan Sandhy Sondoro”, ada tiga persona yang mengadu kekuatan teknik vokal, sekaligus kejenakaannya masing-masing.

Demikian yang terjadi ketika Trio Lestari —demikian Tompi, Glenn, dan Sandhy secara membumi menamakan keberadaan trio mereka— menggelar konser pembuka di Ballroom Central Park, Jakarta, Jumat (17/6) malam, lalu. Sebagai kota pembuka, kesuksesan konser di Jakarta diharapkan dapat menjadi awal keberhasilan di enam kota lainnya, Manado, Makassar, Surabaya, Pekanbaru, Medan, dan Balikpapan. Setelah sebelumnya Kota Yogyakarta dan Solo menjadi semacam konser percontohan trio tersebut.


Dan di Jakarta, baik Tompi, Glenn maupun Shandy yang tampil secara bergantian dengan masing-masing membawakan lima single, sebelum akhirnya menyeruak bersama ke atas panggung, menunjukkan aksi bagaimana teknik vokal seharusnya dikelola. Bukan itu saja, Tompi yang menjadi penampil pertama, setelah sebelumnya seorang penyanyi perempuan bernama Davina membuka dengan single “Ku Tak Bisa” milik Slank, menunjukkan sebuah standar olah vokal yang tidak main-main.


Dengan iringan musik berirama jazz ringan dan terkadang dilaraskan dengan corak fushion, lengkingan vokal dan teknik bernyanyi Tompi seperti ingin mengatakan bahwa dia mempunyai aras tersendiri sebagai seorang penyanyi solo. Demikian yang terlihat ketika single-nya “Menghujam Jantungku”, “Bukan Pacarmu”, dan “Aku Jatuh Cinta” mengalir.

Kerap kali, di sela-sela lagunya, dokter spesialis kulit itu juga memamerkan teknik vokal layaknya solois jazz terkemuka dunia, Alwin “Al” Lopez Jarreau atau Al Jarreau. Di Indonesia, teknik vokal dalam menirukan nada gitar juga kerap dipertunjukkan penyanyi senior Mus Mulyadi. 

Citra Vokalis Andal


Jika Tompi sangat teknis dalam menghantarkan sejumlah lagunya, lain halnya dengan Glenn yang gemar menembangkan lagu bertema “Waktu Indonesia bagian Galau,” katanya dari atas panggung. Maksudnya, lagu-lagunya yang ia bawakan seperti “Sekali Ini Saja”, “Linda (I want you)”, “Sedih tak Berujung”, dan “Menikahlah Denganku” pada dasarnya bernarasi tentang rasa bimbang. Atau dalam bahasanya, dia sebut perasaan penuh ketidakpastian dalam menunggu jawaban sayang, “Dari seseorang yang sedang menjalin hubungan dengan yang lain,” katanya sendu.


Sebagaimana Glenn yang populer dengan kemerduan suaranya, lain halnya penampilan bintang anyar Sandhy Sondoro. Jawara salah sebuah festival olahvokal di Eropa itu, dengan power vokal yang konon dijuluki penjelmaan warna vokal Michael Bolton, menempatkan kekuatan suaranya pada rumahnya yang sangat terhormat. Via single “Malam Biru (Kasihku)” dan “When a Man Love a Woman”, penonton yang terlebih dahulu disuguhi kepelikan vokal Tompi dan keindahan suara Glenn, seperti mendapat tawaran nuansa anyar ketika Shandy menggeber vokalnya.


Pada nomor “When a Man Loves a Woman” yang kali pertama diperkenalkan Percy Sledge pada 1966 dan ditempatkan sebagai salah satu dari Billboard Hot 100 and R&B singles charts. Kemudian oleh majalah Rolling Stone dimasukkan sebagai salah satu dari 500 lagu terbaik sepanjang sejarah, dengan nomor urut nomor 54. Dan, kembali dijulangkan oleh Michael Bolton pada 1991 —yang kemudian membuatnya meraih Grammy Award— kelegendaan single itu seperti kembali dihidupkan oleh Sandhy.


Nah, pada sesi ketika mereka bertiga bergabung di atas panggung inilah, duel meet benar-benar terjadi. Keunikan masing-masing, setelah sebelumnya sesi srimulatan atau kejenakaan yang melibatkan Gading Martin, berhasil mengocok perut penonton. Trio Lestari benar-benar berhasil menancapkan citra mereka sebagai vokalis andal lewat tembang “Puncak Asmara” dan “I Heart You” milik Smash dalam balutan fushion.(G20-75)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar