Sambutan

Welcome in my blog. Thanks for come in and have fun for read.

Semoga blog ini bisa bermanfaat untuk yang baca...

Jumat, 25 November 2011

Campur Aduk


Hai Blogger...

                gue hari ini dari pagi sampai malem rasanya mumet banget. Mulai dari pagi tadi. Pertama, gue bangun kesiangan gara-gara malemnya tidur terlalu larut sampe jam 2 karena ada kerjaan yang harus gue kerjain. Waktu pas nyampe sekolah, gue dan teman-teman, seluruh anak kelas 3 SMA dan SMK ngumpul di lapangan basket untuk ngedengerin sosialisasi dari University. Sedangkan anak kelas satu pada jalan santai sama guru pembimbing. Untuk kesekian kalinya, yang dateng untuk sosialisasi adalah universitas dengan fakultas IT atau Akuntansi Management, gak pernah ada yang fakultas umumnya yang masuk.

                Waktu pelajaran bahasa indonesia, gue permisi dari kelas. Gue nyusul  Yasser yang lagi di lab komputer sekolah. Menjelang jam pelajaran terakhir, bad mood gue keluar. Selama pelajaran matematika bawaan gue emosi terus. Tapi, gak gue campur adukkan masalah yang ada dikepala gue dengan pelajaran sekolah. Rasanya saat itu, pengen banget netesin air mata, tapi sayangnya gue udah lupa caranya nangis itu gimana. Kelamaan gak nangis sih. Hehehe...

                Pas pulang sekolah, gue jalan kekantor SMK. Rencananya mau nemuin guru BK, gue pengen sharing biar semua penat ini lepas. Tapi, dia gak ada dikantor. Gak jauh dari kantor, gue ngeliat cowok pake jacket merah jalan ke parkiran. Dia itu spesial someone bagi gue. Gue ngejar dia deh, karena saat itu memang lagi butuh temen banget. Kita ngobrol dikit waktu di parkiran. Sebenernya sudah seminggu gue dan dia lost contact, bukan karena ada konflik, tapi gue dan dia sama-sama sibuk. Walaupun ketemu disekolah, palingan hanya say “HI” atau senyum.

                “Kenapa sayang?”tanya dia yang heran karena tampang gue saat itu kusut banget. Terus dia minta maaf sama gue karena hp nya sering gak aktif. Hp nya memang sering nge-hank sih, tapi gue gak permasalahin itu.

                “Just need a friend for sharing. Tadi nyari ibu, tapi gak ada. Udah mau pulang ya?” gue berdiri di samping motornya dan dengan gaya biasa, ngacak-ngacak rambut. Dia malah senyum, terus nanyain udah pulang atau mau les. Gue bilang ada les. So gak jadi dia  nganterin gue  pulang. Karena hari ini jumat, gue suruh aja dia pulang, biar bisa siap-siap untuk jumatan. Kayak biasa, dia ngingetin supaya jangan lupa makan, jangan terlalu capek, kalau sudah pulang jangan kemana-mana dan hati-hati pas pulang.

                Gue balik deh kegedung belakang, pikiran gue sedikt tenang setelah ketemu dia. Gue ketemu lagi sama Roma yang lagi ngedeplak di koridor gara-gara mikirin bahas inggris. Setelah ngebantuin dia ngambil nilai, dia minta tolong diajarin matematika. Gue iyain deh itu. Kita belajar pindah-pindah, dari ngedeplak dikoridor, terus di lapangan basket, lapangan badminton lalu stop ngeleseh di depan labor IPA. 

                Lagi asyik gue ngejelasin tentang rumus dan konsep sama Roma, tiba-tiba dia malah nanya, kok lu belum pulang? Ya gue bilang, nanti kan kita les. Wah, ternyata gue ketinggalan kabar waktu sengaja kabur menghindar pelajaran bahasa indonesia. Les nya gak jadi karena gurunya gak enak badan. Pantes aja semua temen gue pulang. Beruntungnya gue ketemu Roma, kalau gak, gue nunggu sia-sia sampe jam 4 sore. Tapi tadi gak jadi hal yang sia-sia, karena gue ngebagi ilmu sama temen. 

                Tapi tetep aja gue ngomel dikit sambil ketawa, coba kalau gue tadi tau kalau gak les. Gue udah pulang dianter sama Doi dan nyampe rumah terus istirahat. Tapi, semua berkata lain. Sesudah gue pulang, gue gak makan siang lagi, malah langsung tidur. Gue hampir lupa, kalau Kak Nana mau kerumah. Jam setengah 7 malem gue baru bangun. Gue siap-siap. Rasa syukur yang banget dan banget karena malem ini Kak Nana kerumah, gue bisa diskusi kecil, sharing dan sedikit curhat. Gue ceritain deh apa yang gue rasa hari ini sampai cerita tentang sahabat dekat gue.

                Kak Nana baru tahu kalau gue pernah deket sama temannya. Sempet juga si Kakak cerita kalau temennya itu heboh banget waktu tahu kalau Kak Nana kenal sama gue. Gue ceritain sama dia apa yang terjadi antara gue dan temennya itu. Eh, dia malah ketawa. Katanya, cerita gue gokil dan seru. Yang jelas malem ini, penat gue udah lepas. Udah lega. Dan hal yang paling buat gue tersenyum, temen kak nana masih inget sama gue setelah berapa lama gak ketemu dan punya sebuah masalah. Gue juga masih inget sama dia, tapi hati kecil gue gak mau nginget dia, karena menyakitkan.



26 November 2011
00:40 Wib

Selasa, 22 November 2011

Jangan takut berbagi Ilmu Pengetahuan

Hari ini, 22 November 2011, tercatat sebagai hari yang melelahkan, karena tepatnya enam hari lagi ujian semester bakalan dimulai. Dalam minggu inipun banyak banget materi disetiap mata pelajaran yang belum tertuntaskan. Maka dari itu, gue hampir aja menyebut minggu ini sebagai neraka bagi diri gue sendiri. Tetapi setiap keletihan yang terjadi rasanya terbayarkan dengan pengetahuan yang gue dapat semenjak awal kelas 3 SMA.

Tadi siang sepulang sekolah anak didik gue nanyain kapan latihan lagi. Latihan apa? Gue diminta oleh guru fisika untuk ngebimbing dia belajar karena tahun depan dia bakal mengikuti Olimpiade Fisika di kota gue. Banyak teman-teman yang nanya, sekali ngajar gue dibayar berapa? Gue jawab nggak ada. Tawaran ini gue terima karena Bu Arlina juga percaya dengan kemampuan gue dalam bidang fisika. Padahal gue nggak pintar, masuk 5 besar aja belum pernah selama SMA. Kebetulan juga, gue nggak pernah banget yang namanya belajar dirumah. Kalau pulang sekolah gue langsung tidur, malemnya gue nonton. Jadi nggak pernah sama sekali nyentuh buku.

Mungkin untuk sebagian orang, nggak akan mau melakukan hal yang gue kerjain ini. Siapapun orang itu mereka pasti mengharapkan sebuah imbalan yang sesuai dengan apa yang sudah mereka lakukan. Tapi di dalam hati kecil gue, imbalan itu sudah gue terima dengan sendirinya.

Sebelum ini gue pernah diminta untuk mengajar les privat, grup dan gue juga pernah menggantikan guru ngajar di sekolah. Rasanya pekerjaan yang gue kerjakan itu hanya sekedar membalikkan telapak tangan. Prinsip yang selalu gue terapkan hingga saat ini adalah gue senang kalau harus berbagi dengan orang yang membutuhkan. Begitu juga dengan pengetahuan, semakin banyak gue membaginya maka pengetahuan gue bakal semakin bertambah. Hal yang selalu ada dipikiran seorang pelajar masa kini adalah pengetahuannya hanya untuk dirinya.

Sama sekali gue belum pernah mendengar kalau teman sebaya gue ada yang memasuki dunia sebagai seorang guru. Mereka takut jika orang yang mereka ajarkan nanti akan lebih unggul dari mereka. Sebenarnya itu hanyalah kekeliruan sebuah prinsip. Sampai kapanpun ilmu gak akan pernah ada habisnya. Setiap kali kita mengaplikasikan pengetahuan yang kita dapatkan, pengetahuan itu semakin dekat dengan diri kita. Karena kita selalu mengingatnya. Begitu juga sebaliknya, jika kita menjauhkan bahkan melupakan, pengetahuan juga akan melupakan kita.

So, bagi kalian semua, jangan takut jika harus membagi ilmu pengetahuan. Manusia yang pintar adalah manusia yang hanya memperkaya dirinya sendiri dengan ilmu pengetahuan tanpa mengaplikasikannya karena mereka enggan tersaingi. Tetapi manusia yang pintar dan cerdas adalah manusia yang memperkaya dirinya dengan ilmu pengetahuan dan dapat mengaplikasikannya serta membagi pengetahuan itu kepada sesama.

·         Tetap semangat untuk menggapai masa depan yang sempurna

Oleh : Aprilia Annisa

Jumat, 18 November 2011

Mimpi Cinta


Oleh : Aprilia Annisa

Ketika keinginan terjalin
Seperti bintang dengan cahaya terang
Untuk menyinari hati yang sepi

Seperti mimpi yang temani lelap dirimu
Ditidur panjang dalam angin malam
Yang berikan damai disetiap detik tetes waktu

Layaknya hujan yang menyelimuti kegelisahan hati
Disetiap badai kehancuran menderu
Dan aku ingin menjadi pelangi
Yang tiap garis warna indahnya mewarnai cerita hidup cintamu

Oh, sempurnanya bila segala angan tercipta
Diantara kesederhanaan dengan harapan
Walau rasa tak seperti melati yang menebarkan pesona keharumannya
Dan sadarkan setiap langkah saat ku terbang tinggi menggapai mimpi.

Hujan Pagi, Agustus 2011

Bukan Perpisahan


Oleh: Aprilia Annisa

Senyuman tetap menjadi senyuman
Kehilangan ini bukan seperti mati dalam peti
Tapi aku akan kembali dengan segudang prestasi yang tak pernah kau ketahui
Aku akan menjadi siapa aku seperti pada sajakmu yang lalu kemudian terbang bersama sajak-sajak manis  yang tersimpan rapi di memory perjalanan panjang kisah kita menggapai mimpi

Kau takkan pernah kehilanganku!
karena sajak kita seperti angin yang selalu menemani diri sebagai penyejuk jiwa yang sepi

Ini bukan perpisahan, Sayang!
Semua akan kembali menjadi lebih baik,
kau tetaplah sahabat yang tak pernah terganti

Langit Cerah, Agustus 2011

Dera Jeritan Luka


Oleh : Aprilia Annisa


Bukan!
Satu kata itu menghilang
Merasuki jiwa yang terluka
Terbang beriringan abu dan debu

Bukan!
Kisah ini hanya kiasan
Lukisan maya tentang cinta
Semu bagai sunyi dalam senyap
Menghampiri lalu lenyap
Singgah sejenak di pelangi sepi
Menghias warna disetiap celahnya

Bukan!
Dia bukan milikku
Dia bukan kekasihku

Taman Sepi, 18 November 2011


Rabu, 16 November 2011

Hari yang memuakkan


Hy Blogger,
Salam sapa untuk semua jiwa yang letih...

Good Evening everybody...

    Sebelum gue bercerita tentang hari-hari yang lalu, gue pengen banget membagi kisah membosankan di hari ini kepada kalian. Tetapi semuanya selalu aja lupa untuk gue abadikan, gue nggak menyimpan setiap detik momen itu dalam bentuk photo ataupun video. Ayo, read this story and enjoy for u all...

    Pagi ini gue bangun tepat saat azan subuh dikumandangkan. Kepala terasa sangat berat, penat banget karena gue ngerasa istirahat belum cukup. Tulang leherpun sakit yang teramat sangat, gue sempat berfikir kalau sepanjang waktu tidur gue hanya berada dalam satu posisi. Meskipun rasa letih, capek, lelah (perasaan sama aja ya) menghantui, tetapi perjalanan  untuk mengakhiri hari ini harus tetap berlanjut. Kalau Presiden SBY bilang, “LANJUTKAN!”.

    Setelah mengambil handuk, gue berjalan ke kamar mandi terus gue langsung ngidupin shower. Blo’on banget dah! Pagi yang benar-benar gila. Saat itu baju belum gue lepas dan handuk masih ditangan, so basah semua deh!!!

    Gue paling senang kalau mandi sambil dengerin musik apalagi alunan musik jazz ditambah dengan suara khasnya Tompi dan nada bass yang seirama dengan pukulan drum yang full variasi fill in. Setelah mandi, gue sholat dan nyiapin segala keperluan untuk sekolah.  Yang sangat menjadi masalah di pagi ini bukanlah karena kelelahan, diguyur air atau musik jazz. Melainkan, ulangan sekolah gue yang super duper numpuk menunggu. Jadi, dari pukul 7 sampai gue pulang sekolah sorenya itu penuh dengan ulangan.  Enak juga kalau ulangannya itu Fisika, Matematika, Kimia, Biologi atau Bahasa Inggris. Tapi keinginan harapan gue salah besar. Ulangan dimulai dengan Akuntansi, Matematika, Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia.

Beeeuuugghhh..!!! Tidur pulas gue, kecuali di Matematika yang benar-benar harus gue kerjain dengan sangat teliti. Gimana dengan nasib pelajaran yang lain? Jawabannya hanya satu, “Gak Tahu”. Apa yang ada dipikiran, itulah yang gue curahkan di dalam Test Paper.

Hari yang sangat memuakkan bagi gue. Hari ini adalah hari terberat karena gue juga menjalankannya dengan berat hati. Andai saja kalau gue nggak mengeluh, semua nggak terasa sulit kok. Teman-teman pada tertawa semua sewaktu mereka tahu gue tidur sewaktu ulangan malahan sampai ada yang nyeletukin gue, “enak banget ini anak, santai hidupnya. Salut-salut”. Gue nggak tahu apa maksud dari kata-kata itu. Pujiankah atau sindiran semata? Tapi, gue ya gue. Tetap pada pendirian bahwa sampai kapanpun gue nggak akan meniru siapa-siapa, karena gue bukan plagiat. Kalau gue bisa, gue lakuin. Kalau nggak bisa, gue bilang nggak bisa. Jadi nggak terlalu memaksa.
Pak Ardi juga bilang gini, “Aduh, April jangan sampai remed lagi ya. Masak setiap ulangan kewarganegaan selalu remedi”.

Teng... Teng... Teng...
   
    Pulang sekolah dan pelajaran telah berakhir. Gue dan teman-teman masih menunggu di sekolah karena masih ada pelajaran tambahan. Mona, sahabat gue, ngajakin makan siang di kantin. Setelah kita berdua mesan makanan, nongol deh dua makhluk tanpa dosa ikut mesan makanan juga.
Mereka adalah Adit dan Mc (Mickley Chandra). Mereka berdua memesan mie rebus. Terus si Adit minta untuk pakai telur, tapi waktu telur mau ditetaskan malah nggak jadi. Plin plan banget ya ! Nggak lama dari itu, si makhluk Tuhan paling seksi dateng langsung nimbrung disebelah Mona, dia Yasser. Kita ngobrol, saling ejek-mengejek, pokoknya heboh disana.


    Tiba-tiba ditengah perjalanan menjelang makanan habis, si Adit ngerogoh saku bajunya.
“Wah, duit gue Cuma 3000 perak,” sambil matanya melirik ketangan yang memisahkan sehelai demi sehelai duitnya.
“hahaha. Untung aja lu nggak jadi mesan pakai telur,” celetuk Mc. Gue dan yang lain jadi ngakak terbahak-bahak ngeliat hal itu. Kok ada ya orang yang kayak Adit ???

    Diantara mereka semua, gue duluan yang selesai makan. Eh, pas mau minum. Ampun dah! Gelasnya bau sabun, mulut gue terasa berbusa-busa. Gue bisikin deh kemona, “Mon, gelasnya bau sabun”. Kelihatannya sih nggak percaya, soalnya dia malahan ngetawain gue. Tetapi setelah dicobanya, langsung mengeluarkan teriakan yang cukup memekakkan telinga  gue yang berada di kantin sebelahnya untuk beli minuman, “Beliin gue minum juga”. Kita berdua jadi heran, Si Yasser, Mc, dan Adit terlihat sangat menikmati gelas yang bau sabun itu.

    Kami berlima lalu bercerai, para cowok ke kelas dan gue ngebujuk Mona untuk ke perpustakaan. Susah untuk ngebujuknya, dengan janji bakal dibeliin permen baru deh dia mau. Hehehe, setengah jam dia nungguin gue ngiter-ngiter nyari buku ampe tampang mukanya yang bosen banget. Semua itu sudah dimaklumi, gue suka banget baca buku tapi gue nggak suka baca novel. Novel itu Cuma membuat gue ngantuk kalau semuanya berisi tentang percintaan. Mata gue melek, kalau buku tentang kesehatan, mistery, musik dan biologi ada dihadapan gue.

    Sedangkan dikelas gue, anak-anaknya lagi pada sibuk sendiri. Photo-photo, fb’an, baca, denger lagu dan buat video yang nggak jelas untuk hiburan komedi. Hal yang paling keren, Mc dan Roma disuruh Mr. Anton untuk nulis dialogue di papan tulis. Hahaha, sebenarnya gue nggak mau ngeledekin mereka berdua. Tapi mereka itu lucu banget, sama-sama jaim, kalau Roma dipanggil, Mc yang noleh, begitu juga sebaliknya. Mr. Anton juga sengaja banget ngerjain mereka kok. Mereka, kita photo-photo, bahkan si Lixpen sempet ngebuat Video mereka.

    Kesimpulannya, Hari ini sangat membosankan, memuakkan, melelahkan, tapi mengasyikkan. Tingkah bodoh anak-anak 3 Ipa memang sulit dilupakan.

16 November 2011
21.45 wib