Hari ini, 22 November 2011, tercatat sebagai hari yang melelahkan, karena tepatnya enam hari lagi ujian semester bakalan dimulai. Dalam minggu inipun banyak banget materi disetiap mata pelajaran yang belum tertuntaskan. Maka dari itu, gue hampir aja menyebut minggu ini sebagai neraka bagi diri gue sendiri. Tetapi setiap keletihan yang terjadi rasanya terbayarkan dengan pengetahuan yang gue dapat semenjak awal kelas 3 SMA.
Tadi siang sepulang sekolah anak didik gue nanyain kapan latihan lagi. Latihan apa? Gue diminta oleh guru fisika untuk ngebimbing dia belajar karena tahun depan dia bakal mengikuti Olimpiade Fisika di kota gue. Banyak teman-teman yang nanya, sekali ngajar gue dibayar berapa? Gue jawab nggak ada. Tawaran ini gue terima karena Bu Arlina juga percaya dengan kemampuan gue dalam bidang fisika. Padahal gue nggak pintar, masuk 5 besar aja belum pernah selama SMA. Kebetulan juga, gue nggak pernah banget yang namanya belajar dirumah. Kalau pulang sekolah gue langsung tidur, malemnya gue nonton. Jadi nggak pernah sama sekali nyentuh buku.
Mungkin untuk sebagian orang, nggak akan mau melakukan hal yang gue kerjain ini. Siapapun orang itu mereka pasti mengharapkan sebuah imbalan yang sesuai dengan apa yang sudah mereka lakukan. Tapi di dalam hati kecil gue, imbalan itu sudah gue terima dengan sendirinya.
Sebelum ini gue pernah diminta untuk mengajar les privat, grup dan gue juga pernah menggantikan guru ngajar di sekolah. Rasanya pekerjaan yang gue kerjakan itu hanya sekedar membalikkan telapak tangan. Prinsip yang selalu gue terapkan hingga saat ini adalah gue senang kalau harus berbagi dengan orang yang membutuhkan. Begitu juga dengan pengetahuan, semakin banyak gue membaginya maka pengetahuan gue bakal semakin bertambah. Hal yang selalu ada dipikiran seorang pelajar masa kini adalah pengetahuannya hanya untuk dirinya.
Sama sekali gue belum pernah mendengar kalau teman sebaya gue ada yang memasuki dunia sebagai seorang guru. Mereka takut jika orang yang mereka ajarkan nanti akan lebih unggul dari mereka. Sebenarnya itu hanyalah kekeliruan sebuah prinsip. Sampai kapanpun ilmu gak akan pernah ada habisnya. Setiap kali kita mengaplikasikan pengetahuan yang kita dapatkan, pengetahuan itu semakin dekat dengan diri kita. Karena kita selalu mengingatnya. Begitu juga sebaliknya, jika kita menjauhkan bahkan melupakan, pengetahuan juga akan melupakan kita.
So, bagi kalian semua, jangan takut jika harus membagi ilmu pengetahuan. Manusia yang pintar adalah manusia yang hanya memperkaya dirinya sendiri dengan ilmu pengetahuan tanpa mengaplikasikannya karena mereka enggan tersaingi. Tetapi manusia yang pintar dan cerdas adalah manusia yang memperkaya dirinya dengan ilmu pengetahuan dan dapat mengaplikasikannya serta membagi pengetahuan itu kepada sesama.
· Tetap semangat untuk menggapai masa depan yang sempurna
Oleh : Aprilia Annisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar