Hy Blogger,
Salam sapa untuk semua jiwa yang letih...
Good Evening everybody...
Sebelum gue bercerita tentang hari-hari yang lalu, gue pengen banget membagi kisah membosankan di hari ini kepada kalian. Tetapi semuanya selalu aja lupa untuk gue abadikan, gue nggak menyimpan setiap detik momen itu dalam bentuk photo ataupun video. Ayo, read this story and enjoy for u all...
Pagi ini gue bangun tepat saat azan subuh dikumandangkan. Kepala terasa sangat berat, penat banget karena gue ngerasa istirahat belum cukup. Tulang leherpun sakit yang teramat sangat, gue sempat berfikir kalau sepanjang waktu tidur gue hanya berada dalam satu posisi. Meskipun rasa letih, capek, lelah (perasaan sama aja ya) menghantui, tetapi perjalanan untuk mengakhiri hari ini harus tetap berlanjut. Kalau Presiden SBY bilang, “LANJUTKAN!”.
Setelah mengambil handuk, gue berjalan ke kamar mandi terus gue langsung ngidupin shower. Blo’on banget dah! Pagi yang benar-benar gila. Saat itu baju belum gue lepas dan handuk masih ditangan, so basah semua deh!!!
Gue paling senang kalau mandi sambil dengerin musik apalagi alunan musik jazz ditambah dengan suara khasnya Tompi dan nada bass yang seirama dengan pukulan drum yang full variasi fill in. Setelah mandi, gue sholat dan nyiapin segala keperluan untuk sekolah. Yang sangat menjadi masalah di pagi ini bukanlah karena kelelahan, diguyur air atau musik jazz. Melainkan, ulangan sekolah gue yang super duper numpuk menunggu. Jadi, dari pukul 7 sampai gue pulang sekolah sorenya itu penuh dengan ulangan. Enak juga kalau ulangannya itu Fisika, Matematika, Kimia, Biologi atau Bahasa Inggris. Tapi keinginan harapan gue salah besar. Ulangan dimulai dengan Akuntansi, Matematika, Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia.
Beeeuuugghhh..!!! Tidur pulas gue, kecuali di Matematika yang benar-benar harus gue kerjain dengan sangat teliti. Gimana dengan nasib pelajaran yang lain? Jawabannya hanya satu, “Gak Tahu”. Apa yang ada dipikiran, itulah yang gue curahkan di dalam Test Paper.
Hari yang sangat memuakkan bagi gue. Hari ini adalah hari terberat karena gue juga menjalankannya dengan berat hati. Andai saja kalau gue nggak mengeluh, semua nggak terasa sulit kok. Teman-teman pada tertawa semua sewaktu mereka tahu gue tidur sewaktu ulangan malahan sampai ada yang nyeletukin gue, “enak banget ini anak, santai hidupnya. Salut-salut”. Gue nggak tahu apa maksud dari kata-kata itu. Pujiankah atau sindiran semata? Tapi, gue ya gue. Tetap pada pendirian bahwa sampai kapanpun gue nggak akan meniru siapa-siapa, karena gue bukan plagiat. Kalau gue bisa, gue lakuin. Kalau nggak bisa, gue bilang nggak bisa. Jadi nggak terlalu memaksa.
Pak Ardi juga bilang gini, “Aduh, April jangan sampai remed lagi ya. Masak setiap ulangan kewarganegaan selalu remedi”.
Teng... Teng... Teng...
Pulang sekolah dan pelajaran telah berakhir. Gue dan teman-teman masih menunggu di sekolah karena masih ada pelajaran tambahan. Mona, sahabat gue, ngajakin makan siang di kantin. Setelah kita berdua mesan makanan, nongol deh dua makhluk tanpa dosa ikut mesan makanan juga.
Mereka adalah Adit dan Mc (Mickley Chandra). Mereka berdua memesan mie rebus. Terus si Adit minta untuk pakai telur, tapi waktu telur mau ditetaskan malah nggak jadi. Plin plan banget ya ! Nggak lama dari itu, si makhluk Tuhan paling seksi dateng langsung nimbrung disebelah Mona, dia Yasser. Kita ngobrol, saling ejek-mengejek, pokoknya heboh disana.
Tiba-tiba ditengah perjalanan menjelang makanan habis, si Adit ngerogoh saku bajunya.
“Wah, duit gue Cuma 3000 perak,” sambil matanya melirik ketangan yang memisahkan sehelai demi sehelai duitnya.
“hahaha. Untung aja lu nggak jadi mesan pakai telur,” celetuk Mc. Gue dan yang lain jadi ngakak terbahak-bahak ngeliat hal itu. Kok ada ya orang yang kayak Adit ???
Diantara mereka semua, gue duluan yang selesai makan. Eh, pas mau minum. Ampun dah! Gelasnya bau sabun, mulut gue terasa berbusa-busa. Gue bisikin deh kemona, “Mon, gelasnya bau sabun”. Kelihatannya sih nggak percaya, soalnya dia malahan ngetawain gue. Tetapi setelah dicobanya, langsung mengeluarkan teriakan yang cukup memekakkan telinga gue yang berada di kantin sebelahnya untuk beli minuman, “Beliin gue minum juga”. Kita berdua jadi heran, Si Yasser, Mc, dan Adit terlihat sangat menikmati gelas yang bau sabun itu.
Kami berlima lalu bercerai, para cowok ke kelas dan gue ngebujuk Mona untuk ke perpustakaan. Susah untuk ngebujuknya, dengan janji bakal dibeliin permen baru deh dia mau. Hehehe, setengah jam dia nungguin gue ngiter-ngiter nyari buku ampe tampang mukanya yang bosen banget. Semua itu sudah dimaklumi, gue suka banget baca buku tapi gue nggak suka baca novel. Novel itu Cuma membuat gue ngantuk kalau semuanya berisi tentang percintaan. Mata gue melek, kalau buku tentang kesehatan, mistery, musik dan biologi ada dihadapan gue.
Sedangkan dikelas gue, anak-anaknya lagi pada sibuk sendiri. Photo-photo, fb’an, baca, denger lagu dan buat video yang nggak jelas untuk hiburan komedi. Hal yang paling keren, Mc dan Roma disuruh Mr. Anton untuk nulis dialogue di papan tulis. Hahaha, sebenarnya gue nggak mau ngeledekin mereka berdua. Tapi mereka itu lucu banget, sama-sama jaim, kalau Roma dipanggil, Mc yang noleh, begitu juga sebaliknya. Mr. Anton juga sengaja banget ngerjain mereka kok. Mereka, kita photo-photo, bahkan si Lixpen sempet ngebuat Video mereka.
Kesimpulannya, Hari ini sangat membosankan, memuakkan, melelahkan, tapi mengasyikkan. Tingkah bodoh anak-anak 3 Ipa memang sulit dilupakan.
16 November 2011
21.45 wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar